Pinjaman

Jenis-jenis pinjaman yang ada di Credit Union Rahayu

Pinjaman Jangka Pendek

0-4 bulan

Pinjaman Jangka Menengah

10 bulan

Pinjaman Jangka Panjang

20 bulan

Persyaratan Umum Pinjaman

a. Yang berhak untuk memperoleh pinjaman dari koperasi adalah anggota yang telah sah dan memenuhi seluruh persyaratan keanggotaan.
b. Pemohon pinjaman harus mengajukan secara tertulis dengan mengisi formulir permohonan pinjaman diketahui oleh suami atau isteri pemohon.
c. Pemohon mampu menyatakan tujuan penggunaan pinjaman secara jelas untuk kepentingan pengembangan usaha dan peningkatan kesejahteraan.
d. Pemohon pinjaman dinilai memiliki jaminan dan cukup kemampuan untuk membayar kembali pinjaman.
e. Tidak mempunyai saldo pinjaman atau telah melunasi pinjaman sebelumnya.
f. Bersedia untuk mematuhi ketentuan dan aturan pinjaman yang ditetapkan koperasi.
g. Setiap pemohon bersedia untuk membayar biaya administrasi (provisi), bea meterai, membayar dana resiko dan membayar simpanan wajib pinjam.
h. Pinjaman di atas Rp 1.000.000 diwajibkan menyediakan barang jaminan senilai 125% dari pinjaman berupa : tabungan, surat-surat berharga (surat izin kios / HO, BPKB, sertifikat tanah), benda atau barang-barang bergerak.


Jenis, Plafon (batasan maksimum) dan Bunga Pinjaman

a. Pinjaman Biasa

1. Plafon maksimum pinjaman biasa adalah 3 kali saldo simpanan atau setinggi-tingginya Rp 1.000.000.
2. Jangka waktu pembayaran kembali selama-lamanya adalah 4 bulan.
3. Bunga pinjaman ditetapkan sebesar 2% tetap per bulan.
4. Biaya administrasi pinjaman sebesar 1% dari pokok pinjaman.
5. Dana resiko pinjaman sebesar 1% dari pokok pinjaman.
6. Simpanan wajib pinjam sebesar 3% dari pokok pinjaman.


b. Pinjaman Khusus

1. Plafon maksimum pinjaman khusus adalah 10 kali saldo simpanan atau setinggi-tingginya Rp 5.000.000.
2. Jangka waktu pembayaran kembali selama-lamanya 10 bulan.
3. Bunga pinjaman ditetapkan sebesar 2% tetap per bulan.
4. Biaya administrasi (provisi) pinjaman sebesar 1% dari pokok pinjaman.
5. Dana resiko pinjaman sebesar 1% dari pokok pinjaman.
6. Simpanan wajib pinjam sebesar 1% dari pokok pinjaman.


Ketentuan Pembayaran Angsuran Pinjaman

1. Pembayaran pokok angsuran harus dilakukan menurut kesepakatan sesuai jumlah dan waktu yang ditandatangani dalam surat perjanjian pinjaman.
2. Jumlah pokok angsuran pinjaman sebanding dengan jangka waktu dan jumlah pinjaman yang dilepas.
3. Setiap pembayaran pokok angsuran ditambah dengan bunga pinjaman.
4. Pembayaran angsuran dilakukan di kantor cabang, kantor unit dan TPK.
5. Pembayaran angsuran dilakukan dengan memungut langsung dari anggota oleh petugas lapangan atau anggota dapat membayarkannya langsung kepada kasir.
6. Pembayaran angsuran pinjaman dicatat pembukuan yang didukung dengan bukti-bukti authentik.


Ketentuan Jaminan Pinjaman

a. Jaminan pinjaman merupakan bentuk antisipasi terhadap berbagai resiko kerugian atas pinjaman.
b. Setiap pinjaman harus didukung adanya jaminan.
c. Jaminan pinjaman bisa diwujudkan dalam beberapa bentuk, antara lain:

  1. Surat-surat berharga seperti : sertifikat tanah, BPKB, surat izin usaha (HO) dan sebagainya.
  2. Barang-barang bergerak seperti : kendaraan, perhiasan, ternak, barang-barang rumah tangga dan sebagainya.
  3. Tabungan atau deposito.


Ketentuan Fasilitas Pinjaman untuk Karyawan

a. Bagi karyawan yang masuh dalam masa percobaan 3 - 6 bulan tidak diperkenankan atau tidak memiliki hak untuk mengajukan pinjaman.
b. Bagi karyawan yang sudah lepas dari masa percobaan fasilitas pinjaman hanya diberikan tidak boleh melebihi besar tabungan partisipasi.
c. Jika anggota keluarga dari karyawan yang bersangkutan menjadi anggota tidak diperkenankan untuk memperoleh fasilitas pinjaman.
d. Pinjaman darurat besarnya tidak boleh melebihi jumlah honorarium (gaji) per bulan.


Ketentuan Fasilitas Pinjaman untuk Pengurus, Pengawas dan Manajer

a. Seluruh bentuk pelayanan pinjaman untuk pengurus, pengawas, dan manajer harus mengikuti ketentuan dan prosedur yang berlaku.
b. Jumlah maksimum pinjaman dari pengurus, pengawas dan manajer tidak boleh melebihi jumlah simpanan saham dan simpanan non saham.
c. Jika pinjaman pengurus, pengawas dan manajer melebihi dari seluruh jumlah simpanannya, maka harus disertai dengan adanya jaminan yang nilainya melebihi jumlah pinjaman.
d. Penilaian dan pengambilan keputusan pinjaman harus dilakukan oleh sebuah tim penilai yang terdiri dari minimal 3 orang, di luar pemohon pinjaman.


Pengendalian Pinjaman

Pengendalian pinjaman dilakukan melalui beberapa kegiatan, yaitu:


1. Pencatatan

a. Setiap kegiatan peminjaman akan dicatat dalam buku catatan pinjaman, buku anggota dan buku monitoring pembayaran angsuran pinjaman.
b. Setiap pengeluaran pinjaman akan dibuktikan dengan slip pengeluaran dana yang ditandatangani oleh penerima (anggota peminjam), kasir dan manajer.
c. Setiap pelepasan pinjaman akan dibuatkan surat perjanjian pinjaman yang ditandatangani oleh peminjam, saksi-saksi (suami / isteri dan anggota lain) dan manajer atau ketua pengurus koperasi.


2. Monitoring

a. Setiap pembayaran pokok angsuran dan bunga pinjaman harus dicatat dalam slip penerimaan yang ditandatangani oleh penyetor dan penerima (petugas lapangan / kasir).
b. Monitoring pembayaran angsuran dilakukan oleh bagian administrasi keuangan bekerja sama dengan kasir.
c. Monitoring pinjaman dimaksudkan untuk mengetahui saldo pinjaman bulan lalu, kewajiban angsuran dan bunga seharusnya, realisasi pembayaran pokok angsura dan bunga pinjaman, tunggakan pokok angsuran, tunggakan bunga pinjaman, pengelompokkan kelalain pinjaman.
d. Petugas lapangan harus memeperhatikan kewajiban-kewajiban peminjam sebelum melakukan penagihan.


Penagihan

a. Petugas lapangan akan melakukan penagihan disesuaikan dengan jadwal pembayaran angsuran yang disepakati dalam surat perjanjian pinjaman.
b. Jika anggota peminjam tidak dapat membayar pokok angsuran dan bunga pada jadwal penagihan akan dilakukan penagihan ulang pada hari berikutnya.
c. Jika anggota peminjam tidak dapat membayar pokok angsuran dan bunga lebuh dari waktu 1 mingguan akan dibuat surat peringatan ke-1.
d. Jika sampai melebihi waktu 1 bulan dari yang ditentukan dari peringatan ke-1 masih belum dapat membayar akan diberikan surat peringatan ke-2.
e. Peringatan ke-3 akan diberikan pada peminjam jika telah melebihi waktu 2 bulan, disertai dengan pendekatn untuk penyerahan barang jaminan dan surat kuasa penjualan.


Ketentuan tentang Sangsi atas Kelalaian dan Kemacetan

a. Yang dimaksud dengan kelalaian pinjaman adalah jika tidak dilakukan pembayaran pokok angsuran dengan tepat waktu dan jumlah angsuran.
b. Yang dimaksud dengan kemacetan adalah tidak dilunasinya pokok angsuran pinjaman setelah jatuh tempo atau selama 4 bulan berturut-turut.
c. Sangsi ata kelalaian pinjaman diberikan berupa surat peringatan dan denda.
d. Sangsi kemacetan adalah penjualan barang jaminan dan penghapusan simpanan untuk menutup kewajiban pinjaman.